Sign up with your email address to be the first

MENGELOLA SAMPAH ORGANIK

admin By Posted on 0 0 m read 25 views

#PlasticFreeJulyWithKKI

-part 1-

  • Reduce before rot☝🏻
    Artinya, kurangi produksi sampah organik lebih utama dibandingkan dengan mengelolanya. Biasanya sampah organik terbanyak yang dihasilkan di skala rumah tangga adalah berupa kitchen scraps dan food waste.Indonesia merupakan nomor 2 negara dengan food waste terbanyak πŸ˜”. Hal ini sangat ironis apabila dibandingkan dengan angka kemiskinan di Indonesia yang juga cukup tinggi. Di Jakarta dilaporkan, makanan adalah penyumbang sampah utama.

Jadi, pastikan kurangi food waste sebanyak mungkin. Love food hate waste πŸ‘ŒπŸ»

Beberapa cara untuk mengurangi food waste:

  1. Buy exactly what you need
    Biasanya nih, dari rumah sih sudah direncanakan, ealah sampai pasar lapar mata 🀭
    Beli secukupnya dan sesuaikan dengan jumlah anggota keluarga di rumah.
  2. Plan your meal
    Caranya yaitu dengan yang saat ini sedang hype di media sosial πŸ‘‰πŸ» Foodprep/food preparation.
  3. Buy funny-looking produce
    Pernah lihat kan wortel yang bercabang, atau kentang yang bentuknya unik?
    Biasanya kita memilih yang bagus2 saja πŸ€ͺ
    Tentu boleh. Dari segi kualitas.
    Namun, sayuran dan buah-buahan yang bentuknya unik ini sangat mungkin untuk tidak dipilih. Ujung-ujungnya membusuk di toko dan terbuang ke landfill.
    Maka, bila hanya masalah bentuk, pilih yang unik-unik. Toh rasanya tetap sama πŸ˜‰.
    Lebih lanjut, bisa sesekali beli buah-buahan yang sudah matang sekali tapi belum busuk. Bisa dibuat jus/smoothies/cake. Banana cake itu semakin matang pisangnya semakin enak πŸ˜‹.
  4. Repurpose leftovers scraps
    Contoh : kulit sayuran/tulang ayam dibuat kaldu.
  5. Regrow
    Contoh : bagian akar daun bawang bisa ditumbuhkan kembali dengan cara direndam air / ditanam di pot.
  6. Feed the animals
    Beberapa jenis makanan bisa digunakan untuk makanan hewan. Contohnya kulit sayuran untuk ikan, sisa makanan untuk kucing/ayam.
    Yang terpenting pastikan sesuai antara hewan dan jenis makanannya πŸ‘ŒπŸ»
  7. Finish your meal
    Habiskan makanan yang sudah kita ambil. Belajar mengira-ngira kapasitas lambung kita.
  8. Love your leftovers
    Bila makan di luar, bawa sisa makanan yang tidak termakan. Don’t forget to bring your own container πŸ˜‰
  9. Freeze it!
    Membekukan bahan makanan dapat memperpanjang masa simpan. Hampir semuanya bisa dibekukan. Dari bumbu dapur sampai daging sapi 😁

Beruntung, kita di Indonesia hampir selalu tersedia semua bahan pangan pada musim apapun. Di negara 4 musim, biasanya mereka harus canning/mengawetkan buah/sayur yang hanya ada pada musim tertentu. Misal sedang musim tomat maka mereka akan buat jadi saus tomat lalu disimpan untuk persiapan ketika tomat sedang tidak in-season.

Do research. Banyak sekali cara dan tips untuk mengurangi food waste lainnya.

Kalau di rumah teman-teman, bagaimana caranya?

Let’s discuss πŸ˜ƒ

Salam spark joy ✨

-KKI-

dari berbagai sumber

#PlasticFreeJulyWithKKI

-part 2-

  • Rot/Compost

Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh mikroorganisme dan makroorganisme dalam lingkungan yang hangat dan lembab secara aerob ataupun anaerob

Proses pembuatan kompos disebut pengomposan.

Jenis-jenis kompos diantaranya : Vermicompost (menggunakan makroorganisme sebagai pengurai spt cacing), pupuk bokashi (sekam/jerami), pupuk aerob, pupuk bagase (ampas tebu), pupuk organik cair.

Ada beberapa cara membuat kompos untuk skala rumah tangga (video refensi terlampir). Wadah yang digunakan pun bisa menggunakan aneka wadah. Bisa gerabah, plastik, karung, kardus dialasi karpet dll. Sesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa wadah yang sturdy bisa dibuat bersusun ke atas (lihat video referensi).

Cara membuat kompos kering secara umum dan sederhana adalah sebagai berikut :

  1. Sediakan wadah lalu lubangi wadah dan beri dudukan seperti di atas batu bata.
  2. Pilah sampah. Pastikan hanya sampah organik yang masuk komposter πŸ‘ŒπŸ». Cacah bila perlu (semakin kecil akan semakin mempercepat proses pengomposan).
  3. Masukkan starter/kompos lama yang sudah jadi (untuk mempercepat proses penguraian karena sudah terbentuk ekosistem mikroorganisme di dalamnya) lalu masukkan sampah dapur. Aduk. Bisa ditambahkan dengan starter mikroorganime (opsional). Lalu tutup dengan karung/plastik.
  4. Pada saat proses penguraian akan ada kenaikan suhu. Hal ini dikarenakan adanya pelepasan energi dalam bentuk panas. Namun, apabila panas melebihi 65 derajat celcius, maka akan menyebabkan banyak mikroorganisme tidak tahan panas yabg mati. Oleh karenanya perlu diaduk/dibalik rutin beberapa hari sekali untuk menurunkan suhu. Biasanya setiap 7 hari sekali.
  5. Cek kelembapan dengan cara digenggam lalu peras. Bila kering dan tidak berair, siram lalu aduk. Bila berair (basah) berarti tidak perlu disiram cukup diaduk untuk meratakan kelembapan.
  6. Bila kompos sudah jadi atau matang, kemudian bisa diayak untuk memperoleh butiran yang homogen dan halus. Bagian yang masih kasar/besar bisa dimasukkan lagi ke dalam komposter. Kompos siap digunakan.

Ciri-ciri kompos yang baik :

  1. Baunya sama dengan tanah tidak bau busuk.
  2. Warna coklat kehitaman, berbentuk butiran gembur seperti tanah.
  3. Jika dimasukkan ke dalam air seluruhnya tenggelam dan air tetap jernih tidak berubah warna.
  4. Suhu kurang lebih sama dengan suhu lingkungan.
  5. Tidak memicu tumbuhnya gulma

Cara pembuatan kompos sangat beragam karena banyak faktor yang berpengaruh. Seperti biasa, do research ☝🏻. Lalu sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

Ada juga dijual komposter siap guna lengkap beserta kit yang dibutuhkan.

Buat teman-teman yang sudah membuat kompos sendiri di rumah bisa share pengalaman dan tipsnya πŸ˜ƒπŸ™πŸ»

Salam spark joy ✨

-KKI-

dari berbagai sumber

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *