Dilema Di Lemari Kita

Pakaian adalah benda yang paling lekat dengan jantung dan hati kita. Bahkan ada yang mengatakan, jika ingin mengetahui kepribadian orang, pertama lihat pakaiannya. Hubungan kita dengan pakaian tanpa disadari begitu kuat. Maka disarankan dalam buku Life Changing Magic of Tidying Up, mulailah bebenah dari Pakaian.

Namun, ada beberapa hal yang membuat berpisah dengan pakaian menjadi sulit. Dan, bukan hanya karena Pakaian tersebut “Pakaian bernilai Sentimental“. Banyak dilema-dilema ketika bebenah baju. Terutama untuk orang-orang, kebanyakan wanita, yang mengkorelasikan antara baju dan mood, atau mengaitkan baju tertentu untuk aktifitas atau acara tertentu.

Pakaian yang akan Anda simpan adalah Pakaian yang memercikkan kebahagiaan. Sparks joy, istilah beken-nya. Tapi, ketika Anda melihat setumpuk pakaian dan Anda mulai berpikir untuk membuang, hati-hati karena ini bukan pendekatan KonMari. Atau Anda menganggap baju yang jarang Anda pakai itu tidak sparks joy hanya dengan sekali melihatnya? Ini belum tentu. Dalam metode KonMari, we should focus on what makes us happy. Look at it, touch it, wear it and see if it’s sparks joy.

Ini merupakan topik hangat dan penting di minggu ini. Kesuksesan dalam bebenah pakaian menentukan bagaimana kesiapan kita menghadapi kategori barang lain dengan jumlah sub kategori yang semakin banyak dan sudah siap menanti kita di minggu-minggu berikutnya.

Selain membaca, saya juga berdiskusi dengan beberapa teman yang sangat “mencintai” pakaiannya. Saya sebut mereka fashionistas. Tentu saja beberapa di antaranya, saya juga mengalami sendiri. Dari situ, saya mendapatkan 10 dilema yang banyak terjadi saat bebenah pakaian.

Mengapa sulit mengatakan selamat tinggal terhadap pakaian? Dan bagaimana cara membuatnya menjadi mudah?

1  Pakaian Tersebut Baru Dan Tidak Pernah Atau Jarang Sekali Dipakai. Kemudian, Kita Merasa Bersalah Karena Telah Mengeluarkan Uang Untuk Itu.

Jika pakaian tersebut tidak sparks joy, Anda pasti tidak akan bahagia memakainya. Memadukannya dengan barang “sparks joy” pun, kebahagiaannya hanya sementara. Bisa jadi, karena pakaian tersebut tidak nyaman sama sekali, atau tidak nyaman dipakai seharian. Atau kehilangan bentuk saat penyucian pertama atau kedua? Kasus lain, yaitu pakaian yang Anda beli karena tidak sabar menunggu membeli pakaian yang sebenar-benarnya Anda inginkan. Saat Anda sudah menemukan dan membeli pakaian yang sebenar-benarnya Anda inginkan, maka baju “sementara” tersebut jadi tidak terpakai.

Apapun alasannya, menyimpannya tidak akan membuat uang Anda kembali. Maafkanlah diri Anda ketika melakukan kesalahan, dan berjanji tidak akan melakukannya lagi. Secepat itulah harusnya kita menyelesaikan hubungan dengan dilema nomor satu ini. Anda bisa memberinya kepada orang terdekat, atau menjualnya. Pilih solusi yang termudah dan tercepat. Jangan sampai barang yang akan dijual menumpuk lagi.

2 Pakaian Yang Selalu Menjadi Favorit Anda, Tapi Ternyata Anda “Lelah” Memakainya.

Anda membeli baju tersebut dengan harga lumayan, dan menjadi baju yang Anda pakai setiap saat di masa lalu. Tapi saat Anda memakainya belakangan ini, ternyata rasanya biasa saja bahkan cenderung merasa “lelah” memakainya.

Jika ini terjadi kepada Anda, bisa jadi Anda telah terlalu banyak mencurahkan cinta Anda terhadap baju itu sehingga baju itu telah menjadi bagian dari diri Anda tanpa Anda memakainya. Baju tersebut, bisa jadi juga tidak bisa lagi menyamai gaya hidup Anda sekarang. Berarti Anda tidak memerlukannya lagi untuk mendefinisi siapa Anda. Putuskanlah hubungan dengannya dengan baik-baik. Berterima kasihlah kepadanya atas jasanya selama ini dan ikhlaskan kepada orang lain yang bisa mencintainya, sama seperti Anda mencintainya dulu.

3. Pakaian Yang Disimpan Untuk Acara Tertentu SajaZ

Teman-teman saya memiliki berbagai alasan untuk menyimpan pakaiannya. Walaupun itu semua terdengar masuk akal, lemari mereka tetap penuh dan mereka tetap kewalahan (sst, para fashionistas sangat bisa membuat alasan paling tidak masuk akal sekalipun bisa menjadi masuk akal). Pakaian “musiman” seperti baju tanpa lengan ketika musim kemarau, atau knit wear ketika musim hujan. Atau pakaian yang bisa dipakai di acara yang serupa, misal untuk arisan keluarga dengan lebaran yang tamunya sebagian besar keluarga juga.

Ketika memutuskan untuk membuat isi lemari pakaian lebih efisien, ide mix and match untuk bermacam kebutuhan bisa diterapkan. Misal Anda punya tunik batik untuk arisan keluarga, dan terusan batik untuk lebaran. Bisa saja anda menyimpan tunik batik saja lalu Anda pasangkan dengan kain rok Anda yang berwarna netral. Kain rok berwarna netral bisa Anda mix and match untuk acara-acara seperi lebaran dan lain-lain. Tunik juga pantas dipakai untuk arisan. Demikian juga lebih baik Anda membeli cardigan daripada knit wear lainnya. Karena cardigan lebih mudah di-mix and match dengan atasan lain dan bisa dipakai di musim hujan juga. Pakaian yang serba guna ini adalah modal untuk lemari yang efisien.

4 Pakaian Yang Disimpan Karena Takut Ukuran Badan Berubah.

Secara garis besar, Pakaian yang disimpan di lemari Anda sekarang adalah pakaian yang muat di badan kita sekarang. Menambahkan baju yang berukuran beda, secara visual tidak akan enak dilihat, dan menambah cluttering di lemari kita. Ditambah, jika perubahan berat badan adalah hal yang tidak membuat kita bahagia, melihatnya saja sudah bisa memunculkan energi negatif. Keyakinan bahwa kita tidak akan pernah kembali ke masa itu lagi akan membuat hidup lebih ringan.

5 Pakaian Yang Disimpan Untuk Cadangan.

Pada dasarnya manusia memiliki survival ability yang kuat untuk bertahan dalam ketiadaan atau kekurangan. Jika Anda menyimpan sapu tangan atau lap hingga 20 (dua puluh) buah, digilir setiap hari tanpa cuci pun maksimal Anda hanya butuh 7 (tujuh) buah. Belajar menghilangkan kekhawatiran terhadap ketiadaan atau kekurangan adalah salah satu dari banyak filosofi yang saya temui dalam metode KonMari. Percayalah Anda akan baik-baik saja tanpa pakaian tertentu. Bahkan mungkin Anda akan mendapatkan substitute-nya.

6 Pakaian Yang Tidak Memiliki Pasangan Yang Matching.

Kemungkinan besar ini masalah berlarut-larut akibat Anda menunda beres-beres. Anda tidak tahu bahwa rok-rok atau celana-celana yang Anda miliki saat ini tidak cocok untuk model atau warna baju yang Anda sering beli. Akhirnya baju yang dipakai itu lagi itu lagi. Targetab dan yakinkan diri Anda, setelah melalui masa decluttering ini, Anda akan menemukan baju, sampai model dan warna yang benar-benar Anda sukai. Bahkan mungkin Anda akan menemukan “signature style” Anda yang sebenarnya. Namun apa yang harus Anda lakukan dengan pakaian-pakaian yang tidak ada pasangannya sekarang?

Pertama cek dahulu apakah pakaian tersebut Sparks Joy ketika sudah ada pasangannya? Jika iya, apakah Anda punya waktu dan budget khusus untuk membelinya? Seberapa sering Anda akan memakainya ketika sudah ada pasangannya? Untuk yang satu ini, saya tidak memiliki tips khusus selain dengarkan suara hati masing-masing saat menjawabnya.

7 Pakaian Dari Orang Terdekat, Sehingga Merasa Bersalah Ketika Akan Melepaskannya.

Sungguh buah simalakama. Jika pakaian tersebut Anda pakai, Anda akan disangka suka dengan pakaian tersebut, dan besar kemungkinannya pakaian tersebut akan dikadokan lagi.

Pertama, Anda harus siap men-stop aliran barang-barang yang tidak Sparks Joy ke rumah Anda. Jika tidak, tentunya badai cluttering akan datang kembali. Saya pernah mengikuti workshop coaching, dikatakan bahwa perlu 21 (dua puluh satu) hari merubah habit, dan 6 (enam) bulan berturut-turut untuk merubah pola perilaku manusia. Sekali Anda tidak mengikutinya, Anda akan kembali lagi ke status nol. Mulai dari awal. Demikian juga orang yang suka memberikan pakaian-pakaiannya kepada Anda.

Jika Anda jarang bertemu dengan orang tersebut, tanpa ragu berpisahlah dengan pakaian itu. Sebaliknya, jika sering bertemu dan bisa dibicarakan baik-baik, bicarakan dengan si pemberi kado bahwa saat ini Anda hanya menyimpan barang-barang yang Anda butuhkan. Karena, pemberi kado tidak akan pernah tahu barang apa yang benar-benar Anda sukai kecuali Anda memberitahukannya secara spesifik.

8 Pakaian Yang Sangat Disukai, Tapi Hanya Dipakai Masa Lampau Atau Direncanakan Akan Dipakai Di Masa Akan Datang.

Baju yang Anda pakai saat ini menggambarkan siapa Anda sekarang. Bukan apa yang Anda bayangkan di masa lalu atau masa datang. Maka, simpanlah Pakaian yang memercikkan kebahagiaan, dan bisa Anda pakai sekarang. Gaya hidup kita telah berbeda 5 (lima) tahun yang lalu. Demikian juga dengan 5 (lima) tahun dari sekarang. Anda tidak akan pernah tahu pasti. KECUALI, anda memiliki langkah konkret, kapan pakaian tersebut akan dipakai, dan bagaimana menyimpannya dengan awet sampai 5 (lima) tahun mendatang. Namun, saya tidak menyarankan karena ini akan memusingkan Anda, dan tidak mungkin selama 5 (lima) tahun Anda berhenti membeli pakaian baru.

Jika Anda realistis, dan menyimpan pakaian yang menggambarkan gaya hidup Anda sekarang. Lemari pakaian Anda hanya akan dipenuhi oleh pakaian-pakaian yang memercikkan kebahagiaan.

9 Pakaian Yang “Terlupakan”.

Ketika pakaian terlalu lama disimpan, unsur kebahagiaan atau joy, akan perlahan terlupakan dan menghilang. Namun tidak serta merta pakaian tersebut dianggap tidak Sparks Joy. Padahal, Anda hanya lupa kepadanya karena betapa banyaknya pakaian Anda. Saya percaya, seseorang yang hanya memiliki 5 (lima) baju dan ia tidak mengenakan salah satu baju terus menerus, dengan orang yang memiliki 50 (lima puluh) baju akan berbeda penyebabnya. Jika di antara kedua orang tersebut tidak mengenakan salah satunya, tentu tidak sama cara menilainya. Sama seperti jika Anda punya banyak teman, belum tentu semua “sahabat”. Terlalu banyaknya barang, membuat hubungan kita dengan semua barang-barang tersebut tidak begitu erat. 5 (lima) mungkin sahabat Anda, tapi 50 (lima puluh)? Mungkin ini saatnya Anda memilih “sahabat” Anda.

Jika benar sahabat, dan Anda lama tidak bertemu, Anda akan suka berkomunikasi dengannya lagi saat pertemuan itu tiba. Disarankan untuk menyentuh bahkan mencobanya terlebih dahulu sebelum anda memutuskan iya atau tidak untuk berkomitmen “bersahabat” dengannya lagi di kemudian hari.

10  Pakaian Yang Memiliki Sentimental value.

Pakaian yang memiliki kenangan-kenangan indah adalah pakaian sentimental.

Pertama, jika Anda menemui jenis barang ini, cepat-cepatlah Anda masukkan ke kotak “barang sentimental”. Jangan sampai fokus Anda terpecah dan terjebak nostalgia. Inilah pentingnya bebenah sendirian. Ketika Anda terjebak nostalgia, kondisi otak lebih mudah dipengaruhi. Juga jangan berhenti dari aktifitas bebenah Anda gara-gar berpapasan dengan pakaian sentimental.

Berbeda dengan tips di atas, uniknya saya dengan cepat menentukan bahwa beberapa pakaian adalah pakaian sentimental yang saya akan simpan tanpa ragu. Ternyata penyebabnya adalah niat dan motivasi yang jelas. Berbeda dengan dilema yang lain, dilema barang sentimental sebaiknya diselesaikan secara logis.

  • Apakah Anda masih punya alasan mengapa Anda ingin menyimpan Pakaian tersebut lebih lama?
  • Mampukah Anda menuliskan alasan tersebut atau menceritakannya di luar kepala dengan logis?
  • Apakah ia menggambarkan milestone tertentu dalam hidup Ada?
  • Apakah Anda ingin mewariskan cerita di balik pakaian tersebut kepada generasi penerus (anak/ cucu/ cicit) Anda?
  • Apakah Anda tetap bangga jika ada yang menemukannya nanti saat Anda sudah tidak ada di dunia ini lagi?
  • Apakah Anda memiliki rencana untuk “menghormati” pakaian sentimental itu?

Jika jawaban Anda semua ya. Ceritakan kepada pasangan Anda. Kalau ia bisa merasakan bisa merasakan betapa berharganya pakaian tersebut untuk Anda, yakinlah untuk menyimpannya.

Be highly selective when it comes to what to keep in your memory. Memori Anda menggambarkan seberapa maju kehidupan Anda sekarang. Terjebak dalam memori membuat Anda akan sulit maju dalam aspek lain di kehidupan. Apakah Anda belum menemukan jodoh? Atau masih suka bermimpi tentang mantan pacar? Bisa jadi bukan masih cinta. Tapi belum bisa move on dari pakaian pemberian mantan pacar di lemari Anda sekarang. Bahkan ada yang masih memakainya hingga sekarang? Ada beberapa tipe orang tertentu yang bisa memutuskan nilai sentimental suatu barang dengan orang yang memberikannya dalam suatu waktu, ada juga yang tidak. Tipe bagaimanakah Anda?

Jika tidak ada rencana khusus untuk pakaian sentimental, pakaian tersebut akan berakhir usang dan tidak terawat. Apakah Anda akan mengenakannya di momen khusus walaupun dalam rumah? Apakah Anda akan membersihkannya secara khusus agar ia terawat hingga waktunya akan diteruskan ke generasi penerus Anda?

Begitulah para pecinta kerapihan, ternyata di balik acara bebenah pakaian, terdapat dilema yang sebenarnya tidak terlalu sulit mengatasinya. Jika Anda sudah melalui hal ini, berikutnya yang terjadi Anda akan lebih mudah dalam mengambil keputusan.

Tiara Astari

Kontributor & Admin website KonMari Indonesia

Sumber:

Life Changing Magic of Tidying Up, Marie Kondo 2011

Makinglemonade.blog.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *