Menjadi Pasangan Ber-KonMari Yang Sukses

Kombinasi waktu, intonasi, dan isi pembicaraan menjadikan suatu diskusi yang efektif.

Negoasiasi yang tepat dapat membuat pasangan Anda melakukan apa yang Anda inginkan tanpa paksaan.

 

Saat menikah, dan memiliki tempat tinggal bersama, pasangan adalah orang yang paling dekat dengan Anda. Namun Cinta, belum menjamin bahwa Anda dan pasangan memiliki pemikiran dan kebiasaan yang sama dalam segala hal. Latar belakang keluarga, pendidikan, serta pengaruh aspek kehidupan lain membuat pasangan dapat memiliki karakter yang berbeda.

Di balik ketidak sempurnaan itu, tidak menutup kemungkinan bahwa salah satu dapat menularkan pemikiran-pemikiran dan kebiasaan-kebiasaan baik ke satu lainnya. Pada dasarnya, setiap manusia, secara alamiah akan memilih pasangan yang dapat mengisi kekurangan dan membantu mengeluarkan potensi diri. Jadi, setiap pasangan sejatinya dapat menyelesaikan perbedaan tersebut dengan bijak, jika sudah menemukan cara komunikasi yang efektif.

Seorang istri yang dapat mengatur jalannya sistem rumah tangga, hingga suami dapat konsentrasi penuh dalam pekerjaan, sungguh sebuah ketenangan yang diinginkan para suami di luar sana, dan merupakan kebanggaan yang besar sebagai seorang istri. Namun, suami dan istri seharusnya bekerja sama dalam menentukan aturan dan tujuan dari jalannya rumah tangga di awal. Karena mengatur rumah tangga adalah hal yang tidak mudah. Istri, yang pada umumnya adalah  “executive” dalam mengatur, membereskan dan menghias rumah akan merasa lebih mudah jika aturan-aturan dan visualisasi rumah yang nyaman menurut kedua belah pihak sudah disepakati di awal.

Dalam metode KonMari, terdapat sarana bernama “visualisasi” yang memungkinkan Anda untuk mengenal diri sendiri dan pasangan lebih dalam. Samakan, kompromikan, negosiasikan keinginan satu sama lain sehingga mencapai satu visualisasi yang kompak dan harmonis. Itu adalah langkah pertama. Visualisasi ini dapat Anda cetak (kalau perlu di pajang di tempat yang selalu terbaca). Bantu pasangan Anda selalu untuk mengingat atau melihat gambar visualisasi saat ia mengalami cluttering rebound (kembali ke kondisi berantakan). Dengan demikian, reminder Anda, tidak akan terasa seperti “teguran” atau “omelan”, tapi pengingat apa yang sudah disepakati berdua. Menurut pengalaman saya, dan teman-teman di kelas Shokyuu yang telah melibatkan pasangan dalam perjalanan ber-KonMari-nya, mengajak pasangan untuk ikut ber-konMari membutuhkan kiat-kiat khusus dan waktu yang khusus. Bersabarlah untuk mengutarakan pendapat Anda dan jangan melakukannya kapan saja atau sewaktu-waktu. Quality is more than quantity.

Tips berikut dapat membantu Anda dan pasangan dapat menjadi pasangan ber-KonMari yang sukses:

1  Temukan Dan Gambarkan Visualisasi Anda Terhadap Rumah Ideal.

Bantu pasangan menggali visualisasinya terhadap rumah ideal. Jika ia berkata tidak punya atau terserah, coba katakan kepada pasangan Anda untuk duduk tenang, rileks, dan menutup mata. Minta ia untuk membayangkan ketika ia pulang kerja, apa yang ingin ia lihat pertama kali. Atau ketika libur akhir pekan, aktifitas apa yang ingin ia lakukan? Lebih dalam lagi, apa yang ia ingin kita dan anak lakukan dan dimana? Kali ini, minta ia jangan dulu memikirkan kemampuan fisik maupun finansial. Orang yang terbiasa hidup dengan logika, pada umumnya enggan untuk bermimpi. Maka mintalah ia untuk bermimpi terlebih dahulu, karena visualisasi adalah hal logis untuknya. Bisa-bisa ia membayangkan budget-nya saja. Jangan pernah membatasi mimpi sebelum memulainya. You’ll never know how far a dream will take you.

2  Coba Temukan Persamaan Visualisasi Anda Dan Pasangan.

Mimpi yang disertai perencanaan yg matang adalah bentuk visualisasi. Ketika Anda sudah menyaring mimpi Anda dengan realita yang Anda miliki sekarang, itulah visualisasi Anda dan pasangan. Jika visualisasi Anda dan pasangan tidak sama,, cobalah mengalah, atau jika tidak kompromikan dan negosiasikan dengan bahasa yang menenangkan.

3  Jika Pasangan Anda Seorang Family Man, Gunakan Sifat Kebapakannya.

Tanyakan kepadanya bagaimana ia ingin anak Anda mencontohnya? Bagaimana ia ingin anaknya menceritakan tentang dirinya ke teman-temannya, atau bahkan kepada anaknya kelak? Bagaimana ia ingin anak Anda memandang kalian berdua semasa hidupnya? Apakah tidak apa-apa bahwa anak akan mengetahui bahwa “waktu rapi dan hemat adalah sewaktu ada Ibu saja, kalau Ayah tidak”. Pertanyaan seperti itu mengeluarkan naluri kebapakan, dan menurut pengalaman saya, ini sangat efektif.

4  Jika Pasangan Anda Seorang Yang Religius, Gunakan Pendekatan Agama.

Katakan kepadanya bahwa tidak menggunakan harta dengan baik, dalam agama pun adalah perbuatan yang tidak disukai. Dan, semakin banyak barang yang disimpan, semakin besar kecenderungan untuk tidak menggunakannya. Serapi apapun kita menyimpannya.

5  Jika Pasangan Anda Seorang Kutu Buku, Berikan Buku Marie Kondo: Life Changing Method of Tidying Up.

Berikan ia waktu untuk membacanya dan diskusikan isi buku tersebut dengannya. Bersikaplah terbuka dan bersiaplah menerima perbedaan, lalu atasi solusinya bersama.

6  Berikan Pasangan Anda Ruang Dan Pilihan.

Sebesar apapun keinginan Anda agar pasangan mampu dan cepat mengikuti Anda, jangan buat ia merasa tidak punya pilihan lain. Jelaskan bahwa ini perlu untuknya, bukan untuk kita saja, dan pastikan ia mengetahui manfaatnya bahkan sebelum melakukannya. Gunakan kalimat tanya dalam pembicaraan, membuat ia merasa selalu dilibatkan untuk berbicara. Jika ia butuh proses dan waktu yang lebih lama dari kita, berikanlah keleluasaan itu untuknya.

7  Berikan Contoh Yang Konsisten.

Contoh yang konsisten adalah tolak ukur yang terlihat di mata pasangan. Biarkan pasangan melihat Anda merasakan manfaatnya sendiri. Di samping itu, bantu pasangan untuk selalu hemat dan rapi. Ingat ketika orang tua kita di masa lalu, jarang berbicara namun kita segan terhadapnya? Talk Less, Do More.

8  Pilihan Waktu dan Isi Pembicaraan Yang Bijak dan Tepat.

Lakukan pembicaraan saat suami dalam kondisi tenang, ketika akan tidur, atau jika memungkinkan setelah bermesraan. Isi pembicaraan disesuaikan dengan karakter pasangan Anda (nomor 3,4,5) dan mulai dengan kalimat-kalimat pendek sehingga ia tidak merasa harus “memotong” pembicaraan Anda ketika ingin mengutarakan pendapat. Pada umumnya pria ragu untuk memotong pembicaraan wanita yang terlalu panjang.

9  Jadikan Pembicaraan Mengenai Visualisasi Dan Bebenah Menjadi Hal Yang Rutin.

Pintar-pintar menyelipkan hal tersebut dalam perbincangan. Selama itu pula ajak pasangan Anda menikmati hasilnya. Selalu, di setiap tahapan. Dari clothes hingga memento. Hal ini perlahan akan juga menjadi hal yang selalu ada dalam pikiran pasangan.

10  Jika Tempat Penyimpanan Anda Sharing dengan pasangan, Bagi 2 (Dua) Ruangan Anda Secara Virtual. 

Memberi kotak atau pembatas dapat membuat ilusi dua ruang dalam satu storage. Membuat kita dan pasangan tetap merasakan adanya privacy. Pasangan yang memiliki  ruang privacy yang sempit, akan merasa lebih nyaman jika tetap diberikan “ruang” dalam menyambut perubahan yang mungkin “mengusik” cara hidupnya selama ini.

Saya sering menemui pasangan yang mengalami perdebatan ketika melipat pakaian. Melipat pakaian, adalah salah satu bentuk ber-KonMari yang paling “terlihat” dan “mudah dinilai”, namun metode KonMari jauh lebih besar daripada sekadar melipat-lipat pakaian. Bagusnya lipatan Anda belum tentu menjadikan Anda sukses ber-KonMari dalam segala aspek kehidupan. Maka jadikan melipat adalah suatu proses, bukan tujuan dari niat ber-KonMari Anda.

“Melipat pakaian, adalah salah satu bentuk ber-KonMari yang paling “terlihat” dan “mudah dinilai”, namun metode KonMari jauh lebih besar dari sekadar melipat-lipat pakaian.”

Tidak mengapa jika Anda memberi contoh terlebih dahulu cara melipat  dan ia hanya menjadi saksi Anda selama beberapa pekan. Namun untuk kategori lain seperti buku, pernak-pernik, mintalah tanpa ragu. Umumnya, cara penyimpanan berdasarkan kategori masih masuk ke dalam logika pria. Karena sebenarnya seperti itu lah cara dia bekerja di luar rumah. Ia hanya bingung mempraktekkannya di dalam rumah, karena istri lah umumnya yang lebih tahu berapa banyak kategori dan kapasitas storage yang rumah Anda miliki. Ketika Anda mengajaknya, umumnya tidak ada kesulitan dan suami pasti mau mengikuti, Anda hanya perlu membantunya menentukan tempat terbaik dan meletakkannya saja.

Ketika bebenah, terkadang mudah terpicu konflik, saya pun mengalaminya. Namun, jika visualisasi bersama Anda sudah seirama, Anda akan menjalani ini dengan baik-baik saja. Ambillah waktu yang cukup untuk melakukan visualisasi, dan berdoalah supaya dimudahkan perjalanannya. Marie Kondo juga selalu meminta client-nya untuk melakukan hal tersebut di pertemuan pertama tidying festival.

Ketika bebenah memiliki tujuan, Anda akan merasa seperti pengantin baru kembali, yang memiliki gairah untuk mewujudkan mimpi bersama. Indah rasanya, bukan? 🙂

Selamat mencoba.

 

Ditulis oleh:

Tiara Astari

Kontributor Web KonMari Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *