Decluttering

Sortir Part 1

Dalam Metode Konmari, hal paling penting sebenarnya ada pada penetapan tujuan di awal.

Misalnya, kita ingin mendapatkan suasana rumah yang lega, segar dan penuh semangat bisa diafirmasi (bayangkan) atau visualkan seperti apa yang kita inginan. Buat ideal Life style terlebih dahulu.

Konkretnya nih penulis ingin punya ruangan yang lega untuk menulis, dekat dengan rak buku, suasana kamar lega, dapur dengan perabot minimalis dan furniture yang sederhana dan sedikit jumlahnya (mengingat nanti kalau pindahan gak banyak barang) maka hal-hal sepele juga dirinci di awal. Alasannya diperkuat juga misalnya dengan memiliki rumah yang sedikit perabotannya maka perawatannya jauh lebih mudah, cepat, nyaman dan lapang (kebetulan ukuran rumah juga minimalis).

Dengan metode konMari, semua urutan berbenah layaknya parade festival. Yaitu berurutan, menyeluruh dan sekali aja.

Awalnya kita harus sortir total semua barang yang diringkas.

Adapun urutannya kita mulai dari :

  1. Pakaian
  2. Buku-buku
  3. Kertas-kertas
  4. Komono (barang umum, anak-anak, alat rumah tangga, dapur, dekorasi, kamar mandi, garasi, dan alat remeh temeh lainnya)
  5. Yang terakhir adalah benda-benda yang penuh kenangan/perasaan jika disentuh maka membuat kita berlama-lama sortirnya, contoh : album kenangan, hadiah yang gak dipakai, dll.

Oke, jadi urutannya sesuai dengan nomor diatas ya. jangan dibalik,kalau dibalik akan gak bisa beres dengan cepat.

Kita awali beberes dari pakaian di kamar. Sebenarnya penulis nih bukan tipe kolektor baju, gamis, atau sejenisnya. Namun tetap saja, pasti ada beberapa baju yang saya tidak suka bahkan jarang dipakai, gak pede kalau pakai baju itu tapi -entah kenapa- disimpan selama bertahun-tahun! udah mirip hoarders gak? hehehe 😀 hanya dengan dalih eman-eman atau sayang jika dibuang. Justru itulah masalahnya : berimbas pada kepribadian penulis nih yang ‘yes woman’ gakbisa nolak kalau disuruh apa-apa, padahal ngejalaninnya setengah hati. Sure! beneran lho setelah beres membuang semua yang tidak nyaman, tidak suka, tidak enak dilihat rasanya seperti membuang masalah beban -pikiran yang menumpuk. Plus udah mulai berani nolak-nolak kalo ngga spark joy.

Lantas bagaimana cara sortirnya?

Kumpulkan semua baju dan pakaian kita dalam satu tempat, tumpuk aja semua disana. Sebaiknya di ruangan yang lapang dan luas supaya bisa leluasa. Misalnya tumpuk di ruang tamu. Kemudian pegang satu per satu, rasakan jika dengan memegangnya menimbulkan rasa nyaman, suka, gembira maka pisahkan di tempat untuk ‘siap disimpan’ jika tidak langsung letakkan di bagian sortir/donate. Pisahkan semua hingga beres ya.

Problem utama manusia, bukan pada sifat membuangnya namun biasanya sifat bakhil/kikirnya sebab gemar menyimpan sesuatu (tidak bermanfaat bahkan tidak suka sekalipun) sehingga berat mengeluarkan hingga barang/pakaian tersebut tersiksa! Bahaya! plus mubadzir.

Pakaian tersiksa jika tidak diposisikan sebagaimana kita, tidak diberi ‘nafas’, ditumpuk sehingga yang bawah terasa berat, tidak lega bahkan kusut! Bahkan lebih parah lagi : disimpan terus menerus tanpa digunakan, dilupakan.

Oke, setelah sortir beres, ucapkan terimakasih sudah menemani (memenuhi) lemari maka say goodbye ya 🙂 dengan demikian kita tau mana-mana yang perlu dan mana yang tidak perlu.

Setelah semua beres, maka proses organizingpun bisa kita lakukan dengan hati ringan. (K.N)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *