Sign up with your email address to be the first

Tips & Trick

admin By Posted on 0 3 m read 212 views

Mindful Living with KonMari

 

Mindfulness adalah kualitas kesadaran diri (consciousness), yang mencakup keadaan sadar terjaga (awareness) dan perhatian (attention) dan harus dibedakan dari proses mental seperti kognisi (perencanaan-pengawasan), motivasi, dan keadaan emosi (Brown & Ryan, 2003).

Dalam menjalankan aktifitas harian kita membutuhkan kesadaran walaupun secara teknis memang tidak mudah namun bisa dilatih. Kesadaran dalam bertindak dan melakukan sesuatu biasanya lebih optimal dan hasilnya memuaskan daripada sekedar melakukan rutinitas yang terkadang menjenuhkan. Padahal, kabar baiknya sebuah rutinitas itu baik lho.. hanya saja butuh effort lebih untuk melatih mindfulness kita 🙂

Membentuk sebuah kebiasaan pasti ngga instan, kita membutuhkan fokus, kesadaran dan harmonisasi kerja otak dan pikiran.

mindfulness-before-after-busy-inspired-blog-690px

Berlatih mindfulness membantu diri kita untuk fokus pada sebuah pola, ide atau gagasan dan pengembangan potensi serta menyerap energi positif secara optimal.

Bagaimana caranya?

Fokus pada saat ini (present time)

Saat kita memikirkan masa lalu atau khawatir akan masa depan, artinya kita belum melepaskan diri dari apa yang kita rasakan saat ini. Ini sama saja kita menutup apa yang sedang terjadi saat ini dan mengabaikannya. Maka, berusaha fokus pada masa kini detik ini adalah solusi pertama untuk melatih mindful (kesadaran) kita.

Selalu hadir.

kita terus menyadari apapun yang kita alami saat ini, sepanjang hari yang kita lalui. Caranya gimana? coba jawab pertanyaan ini : Apa yang kita rasakan di diri kita? Apa yang kita lihat, denger dan lakukan saat ini?
Nah, setelah kita bisa menguraikan aktifitas sekarang, maka mindfulnes mulai bekerja.

Membuka diri untuk pengalaman.

Artinya ngga menutup diri dari perasaan dan pengalaman tertentu, tapi justru belajar darinya karena di saat kita merasa ngga yakin atau ga mungkin mengatasinya (masalah itu). Biarkan diri kita menyambut segala rasa yang ada atas pikiran dan perasaan di masa lalu dan mengkorelasikan dengan yang datang. Sensasi yang kita rasakan dari waktu ke waktu pastilah berbeda. Sadari pengalaman, sensasi, pikiran dan perasaan dan amati bagaimana perasaan ini berubah secara alami dari waktu ke waktu. Dan ambil sisi positifnya.

Tidak memberi penilaian.

Tidak mengkategorikan pikiran dan perasaan sebagai label baik atau buruk, kita berusaha mengubahnya atau melakukan suatu respon atas perasaan tersebut. Semua perasaan memiliki tujuan, apakah itu melindungi kita dari bahaya atau membuka diri untuk mencintai. Perhatikan dan terima apapun yang muncul dengan pikiran terbuka. Dengan begitu kita akan berlaku hal yang sama pada orang lain, tidak menilainya atau berperasangka atas dan situasi yang ada.

Menerima hal sedemikian adanya.

kita sedang gak berusaha atau memaksa mengubah kenyataan untuk menyesuaikan apa yang seharusnya kita inginkan, merasa sebagai korban atau merasa tidak adil. kita coba melihat realitas secara jelas dan begitulah adanya kerja-kerja kita. Toleran terhadap  apapun yang datang, dan juga akan memperluas penerimaan ini kepada orang lain.

Koneksi.

kita merasa akan lebih terkoneksi dalam hidup dan alam. kita merasa lebih bersyukur dengan apa yang sedang kita hadapi, meresapi keindahan dan apa yang alam berikan pada kita. kita menyadari kebutuhan semua makhluk ingin bahagia, aman dan menghindari penderitaan.

Tidak melekat.

kita tidak berusaha “menggenggam”/mempertahakan sesuatu, juga terhadap orang dan pengalaman. Mengetahui hidup selalu berubah. Kelekatan berasal dari ketakutan dan ini adalah sumber penderitaan.

Seiring hal tersebut berkembang, maka hal itu bermanfaat membuka labirin diri kita dalam hal: kedamaian, tetap mampu berpikir jernih saat kita mendapat hal tidak sesuai harapan,  welas asih, membuka hati dan benar-benar mendengarkan, mencoba mengerti pengalaman orang, berempati dan mencintai orang bukan karena apa yang bisa mereka berikan atau karena kita membutuhkan sesuatu dari mereka, namun tanpa syarat. Dengan menerapkannya mindfulness, maka lihatlah bagaimana seketika hidup mulai dan selalu bekerjasama dengan kita.

Mari membuka diri, tetap belajar, berusaha. 🙂

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *